Thursday, 9 November 2017

KEPUTUSAN OUTPUT EKSPLORASI 2017

Rencana Awal

Awalnya aku mau bikin tulisan sejarah tentang Pulau Seribu. Tapi ternyata banyak yang perlu dipelajari untuk menulis tulisan sejarah, sedangkan waktunya tidak cukup. Jadi aku beralih ke cerpen fiksi yang memiliki unsur sejarah di dalamnya.

Setelah Eksplorasi

Setelah eksplorasi tidak ada yang berubah. Aku tetap ingin menulis cerpen sejarah, walaupun di pulau sangat sedikit informasi sejarah yang kudapatkan.

Output

Cerpen sejarahnya sendiri belum selesai karena:
1. Membuat cerpen tidak semudah yang aku bayangkan
2. Ini adalah kali pertama aku menulis cerpen

Rencana

Rencanaku menyelesaikan output adalah sebagai berikut:

3-10 November 
 
Aku membaca novel sejarah
Novel yang aku baca adalah Rahasia Meede : Misteri Harta Karun VOC karya E.S Ito.
Alasan aku membaca novel ini, yang pertama ini novel sejarah, jadi aku bisa belajar bagaimana caranya menulis cerita fiksi sejarah. Yang kedua adalah novel ini salah satu settingnya ada di Pulau Seribu.
Setiap selesai satu bab, aku menarasikannya. Setelah itu aku mendiskusikan tokoh, cara dia menulis alur cerita, latar, dan misteri bersama ibu.

10-15 November

Setelah membaca buku tadi harapannya aku sudah mulai dapat ide dan dapat
mengembangan ide. Jika idenya sudah dapat aku akan mulai membuat kerangka. Tapi karena waktunya tidak cukup aku akan membuat draft awal dulu.

15 November

Submit output untuk mendapatkan masukan dari mentor. Setelah itu aku akan melakukan perbaikan-perbaikan.

22 November

InsyaAllah cerpennya sudah jadi dan siap dipublikasi.

Tuesday, 17 October 2017

DUMMY OUTPUT OASEKSPLORASI

Hari ini aku mencoba menulis sebuah cerita karangan dengan tema misteri. Sebagai latihan membuat output yang sudah direncanakan. Ibuku menulisan tiga paragraf sebagai pancingan untuk aku teruskan.

Rasanya menyenangkan. Membuat sebuah cerita sendiri dengan imajinasi ku sendiri. Tetapi ada kesulitannya juga yaitu dalam meletakan tanda baca. Untuk ide dan alur itu mengalir begitu mudah dalam otakku dan tanpa sadar sudah banyak sekali yang ditulis. Menurut ibuku untuk tulisan karang pertama ini sudah cukup baik, deskripsinya cukup rinci dan suasana misterinya sudah terbangun tapi logika cerita, dan kesatuan ide harus di latih lagi. Tulisan selanjutnya harus menggunakan kerangka pikiran supaya cerita tidak melantur kemana-mana.

Ini adalah hasil tulisanku


RUMAH DI UJUNG JALAN FLAMBOYAN
Aku menggosok-gosok map hijau di tanganku, sambil memandang rumah itu dengan ragu. Rumah di ujung jalan itu adalah rumah terakhir yang harus kudatangi, dengan membawa map berisi daftar penyumbang untuk kegiatan 17an yang diadakan Karang Taruna RW. Semua panitia disebar untuk menggalang dana dari warga, dan kebetulan aku bertugas di jalan Flamboyan ini.

Dan malam ini, sudah semua rumah kudatangi, kecuali rumah paling ujung. Menurut tetangga, rumah itu bukan rumah kosong, karena lampu dinyalakan tiap malam. Tapi mereka sendiri tidak pernah tau dengan jelas siapa isinya.

Pelan aku mendekati pagar yang berkarat. Tidak dikunci, jadi aku mendorongnya dan masuk. Halamannya yang kecil tampak tak terawat, barang bekas bertumpuk di sudut-sudut. Namun, lampu rumah menyala. Aku memberanikan mengetuk pintu sambil mengucap salam.

Tak ada jawaban. Kuketuk sekali lagi, tapi tetap tak ada reaksi. Ya sudah, aku berbalik hendak melangkah pulang, ketika terdengar decit engsel pintu yang membuka….
-----------------------------------
“Kreeekk….”

Bunyinya seperti engsel pintu tua yang sudah lama tidak diberi oli. Betapa terkejutnya aku ketika melihat ternyata tidak ada orang dan pintu itu ternyata tidak dikunci! Di dalam terlihat redup dan aku mencium bau busuk.

Perasaanku mulai tidak enak. Aku memutuskan untuk tidak masuk, tapi seketika angin berhembus kencang dan meniup map hijauku. Kertas-kertas pendafataran pun terjatuh dan berserakan. Uang sumbangan tertiup kesana kemari dan banyak yang masuk ke dalam rumah tadi karena pintunya tidak ditutup.

Betapa paniknya aku. Jika uang sumbangan ini hilang aku akan dapat masalah besar, karena aku sudah pernah berulah saat 17an tahun lalu dan dapat hukuman yang berat. Tanpa berpikir panjang aku memunguti uang sumbangan satu per satu.

Saat aku mulai memasuki rumah tersebut, dan langsung mencoba menekan saklar lampu. Ternyata lampu ruang tamu tidak berfungsi. Jadi aku mengambil hp dari saku baju dan menyalakan flash hp sebagai senter.

Aku melihat ruangan tamu yang cukup besar. Terlihat satu sofa besar berwarna hitam yang sudah usang dan berdebu. Kelihatannya agak basah dan baunya seperti kencing tikus. Di depannya ada meja kayu kecil. Terlihat ada suntikan dan plastik kecil yang berisi bubuk putih. Yang mengejutkan adalah aku menemukan sebuah gelas di bawah meja. Isinya terlihat seperti air putih biasa dan di dalamnya ada batu es yang belum mencair. Seketika aku langsung merinding sekaligus penasaran siapa sebenarnya yang tinggal di rumah ini.

Suasananya sangat sunyi dan mencekam tapi karena penasaran aku memberanikan diri berjalan ke ruang tengah. Di sana ada sebuah meja makan panjang yang hanya memiliki satu kursi. Di atasnya ada topeng putih dan sebuah pisau dapur yang berlumuran darah. Aku mencium bau busuk yang sangat pekat dari bawah meja.

Ketika aku melihat ke bawah meja, aku melihat sebuah pintu besi. Aku mengetuknya dan bisa merasakan pintu ini sangat tebal. Aku memutar sebuah kenop besar dan pintu itu terbuka. Ada hawa dingin keluar dari pintu itu. Aku melihat tangga kayu menuju ke bawah ruangan. Di bawah sangat terang dengan ubin berwarna hijau dan tembok berwarna putih. Lalu terdengar sebuah teriakan, “Tolooongg….” dari bawah pintu. Suaranya berat dan seperti   tidak asing lagi bagiku. Aku pun langsung bergegas kebawah.

Alarm hp ku berbunyi. Pukul 10:30 malam aku teringat harus segera mengumpulkan uang sumbangan ke rumah Pak RT. Tapi baru setengah jalan menuruni tangga, terdengar suara langkah kaki sedang mendekat ke arah meja. Aku bisa mendengar dua orang yang sedang berbicara. Aku tidak mengenali suaranya, tapi yang jelas keduanya sedang membicarakan pintu yang terbuka dan map hijau berisi uang.

Aku berlari ke dalam ruangan. Aku melihat banyak toples besar berisi cairan kimia yang didalamnya terdapat organ tubuh manusia, mulai dari jantung, ginjal, paru-paru hingga bola mata. Aku mulai kedinginan karena ruangan ini sangat dingin. Mendengar seseorang membuka pintu besi, aku bersembunyi di balik salah satu toples.

Tak lama kemudian terdengar pintu besi terbuka dan ada seorang pria besar menggunakan jaket motor dan topeng putih sedang menyeret seseorang. Orang yang dibawanya itu meronta-ronta. Tangan dan kakinya diikat wajahnya ditutupi oleh karung. Dia terlihat hanya menggunakan celana dalam.

(BERSAMBUNG)   


PENDALAMAN OUTPUT 2

Ini adalah tulisan tentang pendalaman outputku yaitu cerpen. Cerpen membutuhkan kemampuan dan bahan. Kemampuan yang dibutuhkan adalah kemampuan menulis dan mencari data. Mencari data bisa lewat wawancara dan internet sedangkan menulis bisa lewat latihan rutin.

Unsur yang di perlukan untuk membuat cerpen yang baik adalah tokoh yang menarik, tema yang bagus, latar yang kuat, gaya bahasa, alur, dan amanat. Semua poin-poin tersebut disebut juga dengan unsur intrinsik dan ini adalah hal-hal yang membentuk sebuah cerpen.

Yang pertama aku cari di Pulau Harapan adalah latar karena bisa diamati langsung. Latar meliputi kebiasaan/budaya mereka, gaya berbahasanya, tempat, profesi, cara hidup, struktur masyarakat dan sejarah. Itu semua bisa didapatkan dengan cara pengamatan wawancara dan internet. Setelah latar barulah aku harap muncul inspirasi dan mulai memutuskan tema, alur yang menarik, tokoh dan amanat dalam ceritanya.

 https://coggle-downloads.s3.amazonaws.com/19bba5165032696df85dc1ba27055757f1790a4dce1721e07d72bc15d3ed11e8/Cerpen.png

Tuesday, 26 September 2017

#T01 MENGEMBANGKAN IDE OUTPUT DARI PERJALANAN KE PULAU


Tema Eksplorasi tahun ini adalah pulau. Kami anak-anak penggalang Oase yang berjumlah 24 anak sedang melakukan persiapan untuk OasEksplorasi 2017 yang akan berlangsung 2 bulan dari sekarang. Dalam 2 bulan kami para penggalang akan diberikan beberapa tantangan untuk memastikan kesiapan kita untuk melakukan perjalanan selama 4 hari 3 malam. Dalam tantangan kali ini kita ditugaskan membuat rincian output masing-masing. Aku memilih cerpen dengan topik sejarah untuk outputku. 

Aku memilih topik sejarah karena dalam sejarah ada mitos, asal-usul dan konflik, dan menurutku itu sesuatu yang menarik, membuatku bertanya-tanya dan ingin tahu lebih banyak lagi.

Kenapa aku memilih cerpen bukannya esei sejarah atau yang lainnya? Karena menurutku orang-orang lebih tertarik membaca cerpen dari pada tulisan esei. Cerpen bisa lebih menarik dibaca karena di dalamnya bisa dimasukan imajinasi dengan berbagai macam jenis cerita seperti horor, misteri dan banyak lagi. Alasan lainnya adalah, karena menulis cerpen lebih mudah dari pada menulis esai sejarah.

Rencananya di lokasi aku akan mencari informasi yang dibutuhkan yang sumbernya bisa dari buku, penduduk dan lain-lain. Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan aku langsung mempersiapkan unsur-unsur cerpen seperti misalnya, tokoh, jenis cerita, alur cerita dan amanat.

Untuk itu akuharus mempersiakan kemampuan menulis. Mudah-mudahan aku bisa belajar banyak dari perjalanan kali ini.


Tuesday, 8 November 2016

TANTANGAN #9

Hai, kemarin (27/9/16) kak Shanty memberikan tugas tambahan kepada anak-anak Kunyit. Aku salah satu anak yang memilih Kunyit jadi aku ikut serta mengerjakan tugas tambahan.

Tugas tambahanya adalah mewawancarai penjual di pasar tani. Ketika perjalanan pulang baru sadar, aku ke toko tani bukan ke pasar tani seperti yang diminta kak shanty. Sebenarnya yang jarak antara toko tani dan pasar tani tidak terlalu jauh, tapi akunya sudah keburu pulang duluan, jadi aku akan menceritakan apa yang ada di toko tani saja.

Toko tani mulai beroprasi biasanya sekitar jam 8:00 dan tutup pukul 15:00, toko tani buka setiap hari dan setiap harinya selalu ramai pengunjung.










 Yang membuat toko tani ramai pengunjung adalah harganya yang murah, tempat yang bersih dan makanan yang segar.



Kemarin aku sempat mewawancarai penjual beras, beras premium pada umumnya seharga Rp13.500 /Kilo tapi di toko tani beras premium hanya Rp7.900 /Kilo. Wow potongan yang sangat besar bukan, beras premium di toko tani di diskon sekitar 41%

Semua makanan pokok di toko tani tidak hanya murah meriah tapi kualitasnya yang juga sangat baik. Jadi untuk kalian yang ingin belanja sembako dengan harga miring datang saja ke toko tani.

tadinya aku sempat ingin wawancara tapi karena tempatnya yang sangat ramai, maka aku hanya observasi saja. Aku juga membeli buah buahan disana karena buah buahan disana besar besar dan segar.




































































Monday, 3 October 2016

TANTANGAN #7

Hai, di tantangan kali ini, aku Fattah dan Kaysan mendapatkan tugas kelompok yang bertema beras. Kebetulan di dekat rumah Kaysan ada sawah dan pasar induk beras cipinang, maka aku memutuskan menginap semalam disana untuk wawancara.

Sekitar jam 7:30 kami pergi ke sawah di kelurahan penggilingan menggunakan sepeda, kami bersepeda sekitar 3 kilometer dari rumah Kaysan. Sesampainya di sawah aku melihat banyak petani yang sedang berkerja di teriknya matahari, aku melihat terbentang 10 ribu meter persegi, yang terisi oleh sayur-sayuran dan padi.

 Foto sawah:

Hijau :D









Tidak lama kamipun menemukan seorang petani yang sedang istirahat, kalau dilihat dari mukanya umurnya sekitar 50-60 tahun-an,  yang bernama
pak Waryan:


pak Waryan telah bekerja menjadi seorang petani selama 19 tahun, setahun lagi 20. Pak Waryan pendengaranya sudah kurang, alhasil banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Contoh dia bilang, umur sawahnya sudah 19 tahun setahun lagi 20, dia bekerja sudah 19 tahun setahun lagi 20, dan ketika kami menanyakan umur jawabanya tetap sama kayak tadi.

Bibit padi dia beli di kampung, setalah itu ladangnya di traktor, dan ditanam bibitnya, penanaman bisa sampai 7 hingga 8 hari, sampai siap panen itu sekitar 4 bulan, jadi setahun bisa 3 kali panen. Jam kerja mereka tidak pasti, kadang sudah kerja jam 3 pagi kadang dari jam 11 malam sudah bekerja, pekerjaan menjadi petani itu tidak bisa disepelekan juga lho.

Setelah panen, karena mereka tidak memiliki penggiling, maka mereka mengirim padi-padinya ke karangtengah untuk digiling, jenis beras yang mereka hasilkan adalah beras cierang jumbo. Yang menarik adalah mereka beli beras di pasar, semua padi yang mereka hasilkan tidak ada yang mereka konsumsi. 



Setelah dari sawah kami pulang, mandi lalu langsung berangkat ke pasar induk cipinang, pasar induk beras cipinang dibangun tahun 1973 dan mulai beroprasi tahun 7 Maret 1974, pasar ini dibuat sebagai penyedia pangan negara.



Pasar induk cipinang:



Sesampainya disana kami mendatangi sebuah toko bernama "Sinar Jaya":






Aku bertanya ke karyawan yang sedang tidak bekerja untuk wawancara, lalu sang pemilik toko datang dan bilang ''sini same saya aja dek'' pemilik toko tersebut bernama Harsono Rusli, biasa di panggil Ayong:





pak Ayong sudah berjualan beras selama 9 tahun, dia mempunyai toko kelas menengah kebawah, perharinya dia menjual 30ton beras. kami sangat beruntung mendapatkan orang yang sangat suka berbicara, sehingga kami puas bertanya. menurut penjelasan pak Ayong beras yang ada di pasar induk cipinang, berasal dari garut, karawang, cianjur dan jawa tengah.

Kata pak Ayong, dulu sempat ada beras impor, tapi sekarang udah gak ada karena sama saja diselundup, bisa masuk penjara kalau katahuan. Impor kualitasnya di bawah lokal cuma dia lebih murah.

Disini kamu bisa menemukan kualitas beras yang berbeda beda lho, mulai dari rendah, sedang, bagus dan premium, harganya pun berbeda-beda ada yang Rp 7,500 hingga yang termahal beras premium pandan wangi seharga Rp 13,500/kilo. jadi apa bedanya yang jelek sama yang premium? kalau yang premium itu biasanya ditanam di dataran tinggi, sementara yang jelek ditanam di dataran rendah.

Di pasar induk cipinang ini tidak ada penggiling, jadi mereka hanya menjual saja. Pasar induk cipinang mengekspor beras hampir ke seluruh indonesia, mulai batam hingga irian dan masih banyak lagi. Pak Ayong tidak hanya berjualan beras biasa saja lho, pak Ayong juga menjual beras hitam, beras merah dan semua jenis ketan, lengkap dan dia juga menjual dari skala banyak dan sedikit.

Yang menarik menurutku menarik adalah, kalo kata pak Ayong beras plastik hanya isu, jadi sebenarnya gak ada yang namanya beras plastik.