Tuesday, 17 October 2017

PENDALAMAN OUTPUT 2

Ini adalah tulisan tentang pendalaman outputku yaitu cerpen. Cerpen membutuhkan kemampuan dan bahan. Kemampuan yang dibutuhkan adalah kemampuan menulis dan mencari data. Mencari data bisa lewat wawancara dan internet sedangkan menulis bisa lewat latihan rutin.

Unsur yang di perlukan untuk membuat cerpen yang baik adalah tokoh yang menarik, tema yang bagus, latar yang kuat, gaya bahasa, alur, dan amanat. Semua poin-poin tersebut disebut juga dengan unsur intrinsik dan ini adalah hal-hal yang membentuk sebuah cerpen.

Yang pertama aku cari di Pulau Harapan adalah latar karena bisa diamati langsung. Latar meliputi kebiasaan/budaya mereka, gaya berbahasanya, tempat, profesi, cara hidup, struktur masyarakat dan sejarah. Itu semua bisa didapatkan dengan cara pengamatan wawancara dan internet. Setelah latar barulah aku harap muncul inspirasi dan mulai memutuskan tema, alur yang menarik, tokoh dan amanat dalam ceritanya.

 https://coggle-downloads.s3.amazonaws.com/19bba5165032696df85dc1ba27055757f1790a4dce1721e07d72bc15d3ed11e8/Cerpen.png

Tuesday, 26 September 2017

#T01 MENGEMBANGKAN IDE OUTPUT DARI PERJALANAN KE PULAU


Tema Eksplorasi tahun ini adalah pulau. Kami anak-anak penggalang Oase yang berjumlah 24 anak sedang melakukan persiapan untuk OasEksplorasi 2017 yang akan berlangsung 2 bulan dari sekarang. Dalam 2 bulan kami para penggalang akan diberikan beberapa tantangan untuk memastikan kesiapan kita untuk melakukan perjalanan selama 4 hari 3 malam. Dalam tantangan kali ini kita ditugaskan membuat rincian output masing-masing. Aku memilih cerpen dengan topik sejarah untuk outputku. 

Aku memilih topik sejarah karena dalam sejarah ada mitos, asal-usul dan konflik, dan menurutku itu sesuatu yang menarik, membuatku bertanya-tanya dan ingin tahu lebih banyak lagi.

Kenapa aku memilih cerpen bukannya esei sejarah atau yang lainnya? Karena menurutku orang-orang lebih tertarik membaca cerpen dari pada tulisan esei. Cerpen bisa lebih menarik dibaca karena di dalamnya bisa dimasukan imajinasi dengan berbagai macam jenis cerita seperti horor, misteri dan banyak lagi. Alasan lainnya adalah, karena menulis cerpen lebih mudah dari pada menulis esai sejarah.

Rencananya di lokasi aku akan mencari informasi yang dibutuhkan yang sumbernya bisa dari buku, penduduk dan lain-lain. Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan aku langsung mempersiapkan unsur-unsur cerpen seperti misalnya, tokoh, jenis cerita, alur cerita dan amanat.

Untuk itu akuharus mempersiakan kemampuan menulis. Mudah-mudahan aku bisa belajar banyak dari perjalanan kali ini.


Tuesday, 8 November 2016

TANTANGAN #9

Hai, kemarin (27/9/16) kak Shanty memberikan tugas tambahan kepada anak-anak Kunyit. Aku salah satu anak yang memilih Kunyit jadi aku ikut serta mengerjakan tugas tambahan.

Tugas tambahanya adalah mewawancarai penjual di pasar tani. Ketika perjalanan pulang baru sadar, aku ke toko tani bukan ke pasar tani seperti yang diminta kak shanty. Sebenarnya yang jarak antara toko tani dan pasar tani tidak terlalu jauh, tapi akunya sudah keburu pulang duluan, jadi aku akan menceritakan apa yang ada di toko tani saja.

Toko tani mulai beroprasi biasanya sekitar jam 8:00 dan tutup pukul 15:00, toko tani buka setiap hari dan setiap harinya selalu ramai pengunjung.










 Yang membuat toko tani ramai pengunjung adalah harganya yang murah, tempat yang bersih dan makanan yang segar.



Kemarin aku sempat mewawancarai penjual beras, beras premium pada umumnya seharga Rp13.500 /Kilo tapi di toko tani beras premium hanya Rp7.900 /Kilo. Wow potongan yang sangat besar bukan, beras premium di toko tani di diskon sekitar 41%

Semua makanan pokok di toko tani tidak hanya murah meriah tapi kualitasnya yang juga sangat baik. Jadi untuk kalian yang ingin belanja sembako dengan harga miring datang saja ke toko tani.

tadinya aku sempat ingin wawancara tapi karena tempatnya yang sangat ramai, maka aku hanya observasi saja. Aku juga membeli buah buahan disana karena buah buahan disana besar besar dan segar.




































































Monday, 3 October 2016

TANTANGAN #7

Hai, di tantangan kali ini, aku Fattah dan Kaysan mendapatkan tugas kelompok yang bertema beras. Kebetulan di dekat rumah Kaysan ada sawah dan pasar induk beras cipinang, maka aku memutuskan menginap semalam disana untuk wawancara.

Sekitar jam 7:30 kami pergi ke sawah di kelurahan penggilingan menggunakan sepeda, kami bersepeda sekitar 3 kilometer dari rumah Kaysan. Sesampainya di sawah aku melihat banyak petani yang sedang berkerja di teriknya matahari, aku melihat terbentang 10 ribu meter persegi, yang terisi oleh sayur-sayuran dan padi.

 Foto sawah:

Hijau :D









Tidak lama kamipun menemukan seorang petani yang sedang istirahat, kalau dilihat dari mukanya umurnya sekitar 50-60 tahun-an,  yang bernama
pak Waryan:


pak Waryan telah bekerja menjadi seorang petani selama 19 tahun, setahun lagi 20. Pak Waryan pendengaranya sudah kurang, alhasil banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Contoh dia bilang, umur sawahnya sudah 19 tahun setahun lagi 20, dia bekerja sudah 19 tahun setahun lagi 20, dan ketika kami menanyakan umur jawabanya tetap sama kayak tadi.

Bibit padi dia beli di kampung, setalah itu ladangnya di traktor, dan ditanam bibitnya, penanaman bisa sampai 7 hingga 8 hari, sampai siap panen itu sekitar 4 bulan, jadi setahun bisa 3 kali panen. Jam kerja mereka tidak pasti, kadang sudah kerja jam 3 pagi kadang dari jam 11 malam sudah bekerja, pekerjaan menjadi petani itu tidak bisa disepelekan juga lho.

Setelah panen, karena mereka tidak memiliki penggiling, maka mereka mengirim padi-padinya ke karangtengah untuk digiling, jenis beras yang mereka hasilkan adalah beras cierang jumbo. Yang menarik adalah mereka beli beras di pasar, semua padi yang mereka hasilkan tidak ada yang mereka konsumsi. 



Setelah dari sawah kami pulang, mandi lalu langsung berangkat ke pasar induk cipinang, pasar induk beras cipinang dibangun tahun 1973 dan mulai beroprasi tahun 7 Maret 1974, pasar ini dibuat sebagai penyedia pangan negara.



Pasar induk cipinang:



Sesampainya disana kami mendatangi sebuah toko bernama "Sinar Jaya":






Aku bertanya ke karyawan yang sedang tidak bekerja untuk wawancara, lalu sang pemilik toko datang dan bilang ''sini same saya aja dek'' pemilik toko tersebut bernama Harsono Rusli, biasa di panggil Ayong:





pak Ayong sudah berjualan beras selama 9 tahun, dia mempunyai toko kelas menengah kebawah, perharinya dia menjual 30ton beras. kami sangat beruntung mendapatkan orang yang sangat suka berbicara, sehingga kami puas bertanya. menurut penjelasan pak Ayong beras yang ada di pasar induk cipinang, berasal dari garut, karawang, cianjur dan jawa tengah.

Kata pak Ayong, dulu sempat ada beras impor, tapi sekarang udah gak ada karena sama saja diselundup, bisa masuk penjara kalau katahuan. Impor kualitasnya di bawah lokal cuma dia lebih murah.

Disini kamu bisa menemukan kualitas beras yang berbeda beda lho, mulai dari rendah, sedang, bagus dan premium, harganya pun berbeda-beda ada yang Rp 7,500 hingga yang termahal beras premium pandan wangi seharga Rp 13,500/kilo. jadi apa bedanya yang jelek sama yang premium? kalau yang premium itu biasanya ditanam di dataran tinggi, sementara yang jelek ditanam di dataran rendah.

Di pasar induk cipinang ini tidak ada penggiling, jadi mereka hanya menjual saja. Pasar induk cipinang mengekspor beras hampir ke seluruh indonesia, mulai batam hingga irian dan masih banyak lagi. Pak Ayong tidak hanya berjualan beras biasa saja lho, pak Ayong juga menjual beras hitam, beras merah dan semua jenis ketan, lengkap dan dia juga menjual dari skala banyak dan sedikit.

Yang menarik menurutku menarik adalah, kalo kata pak Ayong beras plastik hanya isu, jadi sebenarnya gak ada yang namanya beras plastik.

 

Monday, 19 September 2016

TANTANGAN #6

Adam
- Adi 40 tahun - bubur Kacang hijau - bubur kacang hijau sehat dan ber vitamin - kacang hijau tidak baik direbus terlalu lama karena bisa hilang vitamin nya

Adinda
- Frida - ice cream - menyegarkan dan menenangkan hati -
- Francina - rendang - pedas -

Alevko
-  Asum - bakso dan mie -  mie bikin - bakso beli -

Andro
- Dista - capcay dan bakso - bakso urat - pedas dan segar -

Anja
- Rohmad 32 tahun - bakso, mie ayam dan es campur - lezat - segar -
- Hendi 25 tahun - ayam goreng, kerang hijau rabus, kue pancong dan roti bakar es krim - enak -

Reaza
- Agus - bakso - sedap dan segar -

Ceca
- Deddy - ayam -
- Nurdin - soto, nasi padang, sop sayur dan capcay -

Donna
- Suni - pisang goreng - manis dan enak -

Emma
- tante Y - ayam goreng - suka bagian paha ayam -

Fattah
- Jon 53 tahun - sagu dan ikan -

Husayn
- kitting - sate kambing - kolestrolnya rendah -

Katya
- Pedro - bubur kacang hijau - enak, sehat dan murah -

Kaysan
- Amar - sate kambing - nasi megono -

Naufal
- lansia 50 tahun - ayam goreng -

Raka
- Barca 20 tahun - soto daging - pedas - bersantan - gurih -

Tata
- Isty - steak -

Vyel
- Darma 48 tahun - makanan eropa dan tumis sayur -

Yla
- Yuni 43 tahun - pempek palembang, otak otak dan rujak -

Yudhis
- Eyang Toto - gulai otak - gurih -

Zaky
- iskanar - nasi ketan - enak dimulut -

Pola data:

1. Bapak Pedro dan Bapak Adi sama-sama suka bubur kacang hijau.

2. Bapak Pedro dan Bapak Adi keduanya menyukai bubur kacang hijau dengan alasan kesehatan.

3. Bapak Agus, Rohmad dan Mbak Dista, Asum. Mereka semua sama-sama menyukai bakso.

4. Mbak Dista dan Bapak agus sama-sama menyukai bakso karena segar.

5. Bapak nurdin dan Mbak Dista sama-sama menyukai capcay.

6. ibu jon dan Bapak amar sama-sama menyukai sate kambing

7. Bapak hendi, tante y dan kakek yang diwawancara naufal, sama-sama suka ayam goreng

Infrensi:

1. Kebanyakan orang, sudah memiliki makanan favorit dari kecil.

2. Kebanyakan, bisa membuat makanan favorit mereka.

3. Beberapa orang, resep makanan favoritnya sudah turun temurun







 

Tuesday, 13 September 2016

TANTANGAN #5

Hai, ini adalah hari yang luar biasa. Untuk pertama kalinya aku mengerjakan tugas jauh dari deadline, tapi seperti biasanya ada rasa ingin menunda. Tapi aku ingin mencoba disiplin, jadi akhirnya aku memutuskan mengerjakan tugas ini secepat mungkin. Dibawah ini adalah beberapa cara saat aku melakukan wawancara.

Karena aku sudah beberapa kali mewawancarai penjual, aku jadi tidak lagi kebingungan untuk mengerjakan tugas kali ini. Karena itu aku sudah tidak membutuhkan mindmap pertanyaan. Menurutku membuat mindmap itu tidak terlalu berguna ketika mewawancarai. Karena kalau pendapatku mindmap malah memperlambat karena kita harus membaca pertanyaan satu-satu, jadi aku biasanya menyusub pertanyaanya dalam kepala.

Setelah sekian kalinya wawancara, membuatku tidak lagi bilang tujuanku yang sebenarnya ketika wawancara. Itu karena, ketika aku bilang mau wawancara, si penjual yang mau aku wawancarai malah gugup dan akhirnya dia malah tidak banyak bicara (pengalaman).

Biasanya aku mewawancarai penjual sambil ngobrol, jadi pertanyaan gak muncul hanya dari satu sisi, abang penjualnya pun ikut bertanya padaku. Menurutku cara ini membuat si penjual merasa nyaman, dan tidak membuat si penjual merasa di introgasi.


Hari itu aku baru pulang latihan basket di ciledug, saat aku ingin memesan Gojek ada toko takoyaki yang baru buka. aku suka sekali Takoyaki jadi akupun gak jadi memesan Gojek. Aku terkejut dengan harganya, biasanya 20 ribu dapet 4 butir tapi disini satuanya seribu,  wah murah!

 Aku berpikir untuk beli buat sekeluarga sekitar 30 puluh butir. Dari pada bengong mending wawancara, sambil dia memasak kamipun mengobrol. Yang sangat menarik adalah dia ternyata adalah mantan manajer penyanyi bernama isyana. Wow! kenapa berhenti mbak? tanyaku, diapun menjelaskan bahwa dia punya dua adik laki yang masih kuliah, biasanya ayahnya yang jagain sembari ibunya kerja, tapi dia bilang baru sebulan lalu ayahnya meninggal.

Ibunya kerja dan pulang malam jadi menurutnya, adik-adiknya ini tidak ada yang ngurusin, jadi dia berhenti dan mulai mengurus kedua adiknya sambil memulai uasaha jualan makanan favoritnya yaitu Takoyaki. Dia sudah membuat tiga cabang, dia mendapatkan modal usaha dari uang yang ditabung saat dia masih menjadi manajer isyana.

Tapi katanya "emang enakan pekerjaan saya yang lama, tapi saya lebih memilih keluarga dari pada pekerjaan, karena kalau pekerjaan saya yang lama benar-benar membuat saya tidak bisa ketemu keluarga sama sekali, sabtu minggu, biasa di luar kota atau luar negeri. Jadi saya memilih berjualan Takoyaki saja insyallah berkah dan lancar."

Kamipun ngobrol panjang lebar teantang macam macam dan tidak semuanya bisa kutulis disini karena kami ngobrol sekitar 35min.

Sewaktu dia kecil dia tidak bisa mandi, karena takut air akhirnya ibunya memberikan les renang. Akhirnya dari SD sampai SMA dihabiskan untuk renang, dia adalah atlet renang sewaktu muda. Sering bolos sekolah untuk pertandingan renang di luar negeri, setelah SMA dia ingin kuliah saja.

Dia di terima di UI di jalur ekonomi, tapi dia bilang ingin perpajakan jadi diapun menolaknya. aku lupa dia akhirnya kuliah dimana, tapi yang jelas dia telat lulus, jadi dia kuliah 6 tahun.

Dia telat lulus karena sering nonton konser, tapi karena dia sering nonton konser, dia jadi kenal manajer grup band kesukaanya, yang akhirnya merekrut dia sebagai asisten manajer.

Dia perempuan berumur 40 tahun yang cerdas dan atletis, sekolahnya berantakan, dia telah melalui banyak tantangan hidup tapi dia tetap bahagia sampai sekarang.  yah walaupun aku lupa menanyakan nama si mbak penjual.

Entah kenapa setelah wawancara mood ku jadi baik, makasih kak Shanty, lain kali bikin yang lebih menantang lagi yah :D

Note: telat ngirim karena baru pulang dari bandung









Monday, 5 September 2016

TANTANGAN #4

Hai, aku sudah merencanakan ini dari beberapa hari lalu, tapi masih saja aku mengerjakan dekat deadline. Memang riskan, tapi seru juga mengerjakan begini. GREGET :).

Rabu kemarin ada diskusi tentang Oase Esplorasi. Seperti biasa di awali ice breaking, saling berbagi pendapat dan Kak Shanty menjelaskan tantangan #4. Sekitar satu setengan jam berdiskusi, aku berpikir kapan mencari waktu yang tepat untuk menukarkan klip dari Kak Shanty, tapi dari pada ditunda-tunda lebih baik dikerjakan sekarang juga. Aku memilih tempat di kios dekat Rumah Inspirasi.

 Ketika aku berjalan menuju kios ada Andro yang menyerobot juga ingin menukar, disusul pula oleh Fattah. Akhirnya kami bertiga berjalan menuju kios bersama, untungnya orang yang sedang menjaga toko bukan yang kami kenal. Akupun bertanya nama dan menjelaskan apa maksudku ke sini. Namanya adalah Alakay:


Orangnya cukup bisa diajak ngobrol walaupun mukanya seperti orang mengantuk. Saat aku menukar klip kertas, dia lansung mengorek toples penuh pulpen dan pensil dan memberiku pulpen hitam yang masih bisa dipakai:


Pulpen yang masih cukup bagus sekitar 17 ribu harganya. Teman kelompoku tidak menemuiku, mungkin dia sedang menukar. Maka aku malah bertukar barang bersama Andro dan Fattah.

Aku memilih orang untuk bertukar biasanya yang sudah bisa diajak ngobrol. Ketika berkenalan kadang aku sampai ngobrol panjang lebar, bahkan sampai mendengar kisah hidup mereka. Kadang terharu juga mendengar cerita mereka, sampai lupa menukar barang.

Setiap orang memiliki reaksi tersendiri saat menukar barang. Ada yang jengkel, menolak ada pula yang senang. Dalam pendekatan, orang-orang yang menjadi favotitku adalah mereka yang sangat senang bercerita, biasanya umurnya berkisar 35-40 tahun. Kadang mereka bercerita tentang usaha-usaha mereka mencari uang sampai perjalanan hidup mereka yang penuh suka dan duka. Walau kadang banyak masalah dalam hidup mereka, mereka tetap menikmati hidup dengan penuh syukur. Itulah yang membuatku terharu, sampai akupun mendapatkan kutipan: "Walau kadang keadaan sedang sulit kamu harus tetap sabar dan mengambil hikmahnya. Tuhan sudah mengatur rezeki kita, kita tidak perlu takut."

Kebanyakan yang aku ajak ngobrol ciri-cirinya adalah: tidak sibuk, tidak keberatan saat ditanya dan orang yang suka ngomong. Aku tidak pernah menjadwalkan pertukaran. Hikmahnya adalah ternyata setiap orang memiliki kepribadian tersendiri seperti pemalu, tukang senyum, suka ngomong dan ada pula yang kadang berpikirnya lambat/kurang bisa mendengarkan.

Aku sangat senang melakukan tugas kali ini, sampai lupa menukar barang dua kali dan tidak terpikir untuk merekam suara pemibicaraan kami. Setiap aku ingin menukar aku rasanya senang dan tidak terpikir untuk bilang tujuanku di awal. Biasanya aku bertanya ke Abang Gojek atau penjual makanan yang sedang sepi. Mulai dari membicarakan pekerjaan mereka atau sebaliknya malah mereka yang menanyakan sekolahku atau semacamnya. Yah itu pembukaan dan selanjutnya biasanya dari pada cepat-cepat bertukar aku lebih memilih terus berbicara tentang macam-macam jika bisa, karena aku senang banget bisa mendengan pengalaman mereka. Karena beginilah aku sampai dua kali lupa bertukar :D hehe. Yah mungkin karena aku ini sangat suka berbicara dengan orang baru. Aku terus memikirkan cerita-ceritanya sampai lupa harus menulis jurnal.

Tapi tantangan kali ini seru abis! Terima kasih Kak Shanty.